betvicor_Sabah Sports Platform_Gaming platform

  • 时间:
  • 浏览:0

Padahal Indonesian LotterysehaIndonesian Lotteryrusnya Indonesian Lotterymereka mendapatkan perhatian dan penanIndonesian Lotteryganan yang sesuai, seperti diajak ke tempat layanan kesehatan mental, atau minimal orang-orang terdekatnya bisa menjadi tempat berkeluh kesah. Di tempat di mana pelayanan kesehatan mental sudah maju seperti Amerika Serikat saja, masih banyak penderita depresi yang tidak memiliki ‘jalan keluar’ hingga akhirnya memilih bunuh diri.

Miris rasanya ketika keluarga sebagai lingkungan terdekat penderita gangguan mental, justru menganggapnya sebagai sesuatu yang harus dibasmi dan dijauhkan dari lingkungan sosial. Kondisi ini membuat penderita akan semakin merasa kesepian, terisolasi, dan tidak dibutuhkan. Mereka akan merasa tidak layak hidup dan memilih melukai diri sendiri bahkan sampai bunuh diri.

Masalah kesehatan mental jika tidak segera diatasi akan menimbulkan kerugian pada negara, pasalnya produktivitas penduduk jadi menurun. WHO dan WEF (World Economic Forum) menyebutkan bahwa gangguan mental menjadi beban ekonomi terbesar di dunia dibanding isu kesehatan lain dengan menghabiskan $2,5 triliun pada tahun 2010 dan diperkirakan menjadi $6 triliun pada tahun 2030.

Beberapa langkah telah ditempuh pemerintah Indonesia untuk mengatasi problematika ini, di antaranya menerapkan sistem pelayanan kesehatan jiwa yang memadai, menyediakan sarana prasarana dan sumber daya untuk pelayanan, dan menggerakkan masyarakat melalui berbagai upaya preventif. Komitmen tersebut diperkuat dengan dibentuknya UU No. 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

Pada 2015, organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) mencatat setiap tahunnya terdapat 800.000 orang meninggal karena bunuh diri. Setiap 40 detik setidaknya ada 1 orang di dunia meninggal bunuh diri dengan rasio 11,4 per 100.000 populasi.

“Ada anak-anak yang merasa depresi di rumah dan bagaimana mereka diperlakukan di sekolah, makanya mereka menyayat diri sendiri. Hal ini terjadi di seluruh dunia- anak-anak ini sebenarnya tidak mau bunuh diri, tapi karena tidak ada yang mengerti betapa menderitanya mereka, akhirnya mereka menyayat kulitnya sendiri dengan pisau cukur.”

Kasus-kasus bunuh diri yang semakin sering terjadi belakangan ini, seharusnya jadi tamparan buat kita semua untuk tidak lagi menghindari atau menyepelakan pembahasan tentang kesehatan mental. Apalagi di Indonesia yang sepertinya masih menganggap isu ini sebagai sesuatu yang tabu dan memalukan. Orang dengan gangguan mental dianggap aneh dan berbahaya.

Nah Guys, buat kamu yang masih memandang sebelah mata orang-orang stres atau depresi, daripada berujung pada bullying, alangkah lebih baik kalau kamu mendukung kesembuhannya. Jika itu terjadi pada orang terdekatmu, minimal jadilah tempat mereka berkeluh kesah tanpa ada stereotip negatif. Jangan sampai generasi kita dibunuh oleh penyakit mental

猜你喜欢