Indonesian Lottery_Baccarat Pot_Sabah Sports Official Website

  • 时间:
  • 浏览:0

Kamu : BaccaBaccarat Winning Formula Collector's Editionrat Winning Formula Collector's Editioniya baik juga

Harapannya Baccarat Winning Formula Collector's Editionsih kamu bisa ngobrol akrab sama si dia :

Kapan pulang kBaccarat Winning Formula Collector's Editione kosan? Hafal!

Suatu saat nanti, semoga dia tahu kalau aku mencintainya dari dulu.

Kamu dimana? Aku harus cari kemana? Apa kamu baik-baik saja?

Kamu : Aku berangkat dulu ya.

Checklist kegiatan harian :

Entah kenapa banyak hal yang tiba-tiba mengingatkanmu padanya. Bahkan kamu berfikir dia berbeda dan unik dari orang lain.

Beberapa menit kemudian,

Kamu : Iyaaa, suka banget (Padahal baru 1 gunung yang didaki, itupun langsung masuk angin)

Lagi liat iklan di TV –> Ih, kok artis itu mirip Dian sih.

Dia kemana ya? Kok udah jam 7 belum keliatan juga. Biasanya kan dia lewat sini? Apa dia sakit? Atau atau dia tahu kalau aku suka sama dia? Trus dia marah sama aku?

Kamu selalu ngepoin dia tiap buka mata.

Ini kenapa aku tiba-tiba suka mikirin dia? 

Dia : Hey, kamu apa kabar?

Lagi di lampu merah –> Eh itu yang pake motor punggungnya kayak Dian. Dian bukan sih?

Dibumbui sedikit harapan kalian bisa PDKT dan jadian.

Melihatnya melangkah di tangga kampus, bikin hatiku meleleh serasa mau mampus~

Selamat memendam.

Kamu : Hai apa kabar?

Dia : Aku pergi dulu yaa, taksiku udah dateng.

Kamu :  Emmmm ada deh

Tuhan, hamba harus bagaimana?

(Kamu cuma diam dan senyum manis)

Secuil hasil intip sana intip sini dan pengamatan sehari-hari :

Karena gak bisa ngomong langsung, kamu memilih bikin kode-kode gak jelas di media sosial. Berharapnya sih dia bisa baca kode-kode yang kamu berikan.

Pakai yang ini kelihatan tua, pakai ini jadi keliatan gendut, pakai ini terlihat kurus.

Meski kamu lebih cenderung pasif dan tak berani menyatakan cinta padanya, kamu selalu punya harapan,

Sampai ending yang kamu harapkan, 

Mungkin dia kenalan baru, partner kerja, teman kampus, rekan di organisasi, tetangga rumah, atau malah teman lama. Awalnya, kamu menganggap dia biasa saja, sama kayak yang lainnya. Berlalu lalang di hidupmu bergitu saja.

Saat ngajakin kamu ngobrol, kamu malah bingung mau berbuat apa. Deg-degan sampai habis berliter-liter air putih.

Kamu : Hey, ada apa?

Bikin status yang menjurus.

Udah berangkat pagi demi lihat doi, tapi tiba-tiba yang dicari malah gak ada. Kamu cuma bisa terpaku melihat kehampaan di depan mata.

Jodohku, maunya ku dirimu~

Mungkin kamu tahu kalau dia hobi naik gunung. Nah, demi mendapatkan tempat dan perhatiannya, kamu juga rela ikut nyemplung naik gunung. Harapannya sih kalau ketemu, obrolan kalian bisa lebih seru dan nyambung. Kira-kira begini :

Dia : Hey!!!!!!

Curhat di blog.

Huaaa, tadi siang ‘kan kita papasan di tangga kampus. Pasti itu aku deh. (Sambil senyum-senyum)

Kamu berusaha keras menutupi perasaan yang kamu punya. Cukup melihatnya tertawa, kamu sudah bahagia.

Jika,

Tapi kenyataanya ngobrol dari hati sama dia cuma dalam mimpi. Ya sudahlan, kamu cuma bisa liatin dia dari layar LCD :

Rasanya, melebihi mau persentrasi skripsi. Deg-degan!

Sampe-sampe informasi tentang dia bisa dijadiin biografi tuh.

Teman : Eh, kesambet apa lo? Tumben jam 7 udah berangkat, bukannya kelas jam 9?

(Tapi kenyataannya, kapan kamu diajakin ngobrolnya?)

Lagi nunggu dosen –> Emmm, Dian udah pulang belum ya?

Kamu boleh jadi tak terlalu frontal dalam menyatakan perasaan. Kamu boleh jadi tak melakukan pedekatan. Kamu boleh jadi terlihat biasa saat di dekatnya. Tapi saat malam tiba, kamu tak pernah lupa meminta kebaikan untuknya kapada Tuhan.

Saat undangan rapat yang bisa bikin kalian saling bertatap mata datang, bahagianya gak ketulungan. Harapannya sih, kamu bisa ngobrol sama dia. Dah, itu aja.

Dia : Kamu ternyata suka naik gunung juga ya?

Jam 7 udah ngampus, padahal jadwal kuliah jam 9.

Mencintai seseorang adalah fitrah manusia. Pada suatu waktu, kamu pasti akan merasa tertarik dengan lawan jenis. Namun, rintangan cinta kadang menghadang, menguji hatimu yang tengah “sendirian” dan kesepian. Alih-alih bisa mengungkapkan perasaan pada orang yang dicintai dengan mudah, kadang kamu cuma bisa pasrah memandang dia dari kejauhan. Kamu hanya bisa mencintainya dalam diam dan mendoakannya tanpa ketahuan.

Dia : Naik gunung bareng yuk.

Dia : Hai, kabarku baik. Kamu apa kabar?

Tapi pertanyaannya, kapan dia paham? Emang dia cenayang?

Dia : (diam)

Kapan dia nyatain cinta padamu? T___T

Sebenarnya dia orang kayaknya gimana~

Dia : Wah, sama….. bla bla bla (ngobrol panjang)

Tempat nongkrong sama teman-temannya? Tahu!

Mungkin dia bikin status “yang kamu banget”,

Beberapa menit kemudian, 

Duh, pakai baju yang mana ya? Kok jelek semua sih?

Dia : Kamu apa kabar?

Nomor plat kendaraann? Hafal di luar kepala.

(Dalam hati, berangkat cepet-cepet biar bisa liat dan papasan sama doi).

Ternyata yang dia sukai itu bukan aku~

Mencintai diam-diam adalah pilihan. Meski rasa cintamu tak bisa dilampiaskan seperti orang-orang, mencintainy dalam doa justru bikin hatimu kuat dan jadi orang ekstra sabar. Hidupmu juga lebih berwarna.

Dalam hati kecil, kamu sering berharap, semoga Tuhan menjodohkan kalian berdua. Karena sejujurnya,

Semua isi lemari keluar untuk dijajal.

Beberapa jam sebelum ketemu, kamu sudah mempersiapkan tema obrolan. Kalau perlu kamu juga bakal latihan dulu atau nyari lebih dalam di google.

Demi meladeni rasa penasaranmu tentang dia, kamu akan cari tahu tentang dia selengkapnya. Entah langsung tanya padanya, tanya teman-teman terdekatnya, tanya mbah google, tanya tetangga rumahnya, atau ngintipin dia dari kejauhan.

(Asumsi Hipwee : Mungkin dia lagi pergi sama yang lain, Mba)

Kamu : mmmmm, kamu, kamu…

Beberapa menit kemudian, 

Dia mungkin gak suka sama aku, apa aku harus menyerah begitu saja?

Lika-liku cinta semacam ini memang banyak menyisakan galau di hati. Namun, tanpa sadar hidupmu bisa lebih berwarna-warni. Nah, jika kamu paham hal ini, pasti cintamu masih ditutup rapat-rapat di hati.