Gambling platform_Baccarat APP_Playing real money baccarat_Indonesian Chess

  • 时间:
  • 浏览:0

SemuBuy loBuy lottery Buy lottery appAppttery appa oranBuy lottery appg juga berharap jodohnya diantar paBuy lottery appkai paket pengiriman kilat sampai di depan pintu rumah, tapi kan pada kenyataannya gak gitu…

Kalau para single tahu jawaban untuk pertanyaan tersebut, mungkin mereka bisa pensiun dari kehidupan jomblonya. Tapi asli deh, pertanyaan macam ini retoris. Gak perlu jawaban! Perlunya itu doa!

(Oke, back to the topic)

Oh, gitu doang gojekan kamu?

Ya iyalah pilih-pilih, masa asal  terima lamaran orang aja. Walaupun mukanya kece kayak Benedict Cumberbatch, kalau hobinya makanin orang kayak yang satu gimana coba?

Er… kenapa ya? Pertanyaannnya bisa ganti aja gak?

Ini nih pernyataan yang seringkali buat  pusing para single. Lah kalau kamu  gak pilih-pilih banget, gimana caranya kamu yakin kalau orang itu memang orang yang tepat untuk jadi pacarmu? Apa semua orang yang punya pacar itu gak pakai proses pilih-pilih apa? Ya, kaum single itu jadi single ya gara-gara belum mendapatkan pilihan terbaik!

Ngapain coba kita rahasia-rahasiain pacar sendiri? Emangnya kita artis Hollywood? HAH!

Pingin nikah muda pun juga percuma kali Ma, kalau aku gak punya pacar. Kalau memang pingin nikah muda, tapi masih belum dapat pacar gimana dong? Mau nikah sama siapa coba?

“Kamu nyuruh aku nikah sama dia, sama aja rasanya kayak kamu nyuruh aku nikah sama sodara sendiri!”

“Yang gak secantik kamu aja banyak yang punya pacar, apa ya yang salah sama kamu?”

Termasuk masalah pacaran. Kalau memang kamu ditakdirkan untuk bertemu pujaan hati waktu umurmu 30 atau 40 tahun, gimana coba?

Usaha apa coba? Banyak orang yang memperlakukan status pacaran seperti trofi. Seolah, jomblo harus segera berlomba-lomba mencari pacar supaya bisa naik status. Apa sih yang dicari dari usaha lulus dari kejombloan itu? Hanya status atau memang pasangan yang bisa berbagai semua hal denganmu?

Jadi tua itu memang gak bisa diperlambat atau di-stop. Asal kamu gak pernah berhenti mengembangkan diri, bertambahnya umur sudah seharusnya juga menandakan semakin banyaknya ilmu dan kebijaksanaan yang ada dalam setiap keputusanmu.

Lagipula gimana coba kalo kamu JUSTRU PENGEN banget ditanyain udah makan atau belum?

Ini nih dilemanya jadi kaum single yang udah memasuki usia produktif. Pingin pacaran juga gak ada waktu. Yang punya pacar aja kelimpungan untuk cari waktu berkualitas untuk pacarnya. Apalagi yang masih harus cari pacar. Makanya, di umur-umur segini jadi single itu lebih ke pilihan taktis untuk bisa lebih berkonsentrasi membangun karier. Harapannya sih kalau naik jadi bos, beban kerjanya gak segila waktu jadi pemula. Jadi… bisa kerja sambil cari pacar. Tapi yaa… itu kapan yaa?

Saking putus asanya sahabat-sahabat dekatmu, di tengah jalan pun mereka gak bakal lupa bergerilya mencarikan pasangan yang tepat buatmu. Tiap kesempatan kalian main bareng bisa berubah jadi misi the bachelor atau the bachelorette. Aduh, kenal aja gak, mau tahu darimana coba kalau cewek atau cowok yang barusan lewat itu cocok buat kamu?

Jika masalah status, kamu tinggal mencari cewek atau cowok yang kebetulan juga single, lalu PDKT, dan kalau lucky ya bisa jadian. Usaha yang dibutuhkan untuk mencari orang yang bisa membuatmu nyaman dan masa depanmu lebih baik gak semudah langkah-langkah itu. Bukan kita yang kurang usaha, tapi usahanya emang berat…

Justru kamu harus bangga ketika kamu tidak merasa hidupmu menyedihkan walau tidak punya pacar. Karena itu berarti kamu memiliki lebih banyak hal berharga yang membuatmu bahagia. Kalaupun suatu saat nanti kamu akhirnya punya pasangan juga, itu cuma akan menambah kebahagiaanmu yang sudah “bulat”.

Haduh, yang ditanya juga jauh lebih penasaran kali….

Pertama-tama, tampaknya mereka gak sadar kalau kaum single juga menghuni bumi ini. Ya gimana mau sadar, lah dunia sebesar ini seringnya cuma berasa dihuni berdua. Percaya deh ada lho banyak orang yang gak seberuntung kalian dalam menemukan pasangan. Jadi jangan sok terkaget-kaget ya kalau ternyata temanmu yang (masih) single.

Saking lamanya nge-jomblo, bakal ada waktu dimana orang-orang terdekatmu merasa boleh mengambil alih urusan percintaanmu dan mencari pasangan yang tepat buat kamu. Nah, sasaran empuknya pasti sahabat terdekatmu. Ibumu mungkin aja mulai mewawancarai teman-temanmu yang sering main ke rumah. Apalagi kalau kebetulan sohibmu yang kebetulan berbeda gender ternyata juga gak punya pacar. Udah berasa hukum alam aja bagi mereka untuk njodohin kalian berdua. Padahal…iyuuuh… hubungan kalian gak ada urat romantisnya sedikit pun.

Naaah, ini nih wejangan yang seringkali menghinggapi kuping para cewek single di rumah mereka. Gak cuma disinggung kenapa gak pacaran, mereka langsung ditembak dengan kenyataan masa lalu.

(Ryan Jombang itu mirip banget sama Benedict Cumberbatch yang di serial Sherlock itu gak sih? Atau cuma Hipwee doang yang merasa gitu? HAHAHAHA)

Nah pertanyaan macam ini nih yang ambigu. Mungkin sih tujuan aslinya memuji, tapi kalau dipikir-pikir lagi, artinya bisa juga gini:

Siapa juga yang cari pacar sempurna? Cuma pingin cari yang sreg di hati aja kok. Bagi para single, misteri hati manusia itu-lah yang sulit untuk dipecahkan. Beruntunglah kalian yang sudah menemukan yang cocok di hati. Tapi jangan kira kalau para single itu berharap kesempurnaan yang muluk-muluk…

Ini orang bersimpati atau pingin pamer doang sih?

BHAY, sampe kiamat sughra juga gue ga bakal ketawa. *pahit*

Memangnya kehidupanmu cuma bisa diisi sama pelukan pacar? ‘Kan ada juga kasih sayang ibu yang tak kenal pamrih, persahabatan yang lebih kental daripada hubungan darah, atau saudara beneran yang walaupun nyebelin tetap bikin kangen. Hidup bakal sepi dan gak berarti tanpa pacar itu konsep kebahagiaan yang P-A-Y-A-H.

Terus ada juga yang berusaha menghibur kaum single dengan tagline bahwa urusan jodoh udah ada yang ngatur, jadi kamu gak usah khawatir. Kata-kata ini memang bisa membuatmu lebih menerima kondisi yang sekarang. Tapi kalau terlalu sering diucapkan, kata-kata ini juga bikin kamu mikir:

Yup, pada umur berapa pun manusia itu masih bisa saling jatuh cinta satu sama lain.

Usaha apaa

Sebenarnya jodoh itu datang atau dijemput sih?! Atau datang tak diundang, terus pergi tak diantar? Lho kok malah jadi kayak jelangkung.

Di rumah mulu? Ah, abis seharian kuliah atau kerja, kamu di rumah juga cuma sekadar numpang tidur kali.

Walaupun kamu sendiri santai-santai saja, lama-lama kupingmu juga pasti bakal merah karena omongan ini. Apalagi bagi kamu yang memang ngebet pingin pacaran. Mendengarkan berbagai celetukan di bawah ini pasti membuat hatimu tambah teriris-iris!

Sekarang ngerti ‘kan gondoknya para kaum single mendengar omongan-omongan di atas? Percayalah, kamu-kamu yang prihatin dengan kejombloan kami… kadang-kadang, sokongan moral terbaik yang bisa kalian berikan, tidak lain dan tidak bukan, adalah DIAM